karena kebetulan lagi banyak banget tugas dari sekolah jadi saya akan me-post beberapa tugas..
maaf kalo dah pada eneg ngeliatnya..hehehe
BIOLOGI:
Bioteknologi Hidroponik
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular,mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
HIDROPONIK
a.
Penjelasan
Hidroponik merupakan metodebercocok tanam tanpa tanah. Bukan hanya dengan air sebagai media pertumbuhan, seper ti makna leksikal dari kata hidro yang berarti air, tapi juga dapat menggunakan media yang lain.
b. Termasuk MODERN
Karena tidak memanfaatkan mikroorganismeuntuk menghasilkan produk atau jasanya.
c. Sejarah
Salah satu bapak hidroponik adalah Dr.W.F.Gericke dari Universitas California . Pada tahun 1930-an dia melakukan percobaan hidroponik. Latar belakang Gericke meneliti system hidroponik ini, karena dia merasa luas tanah di sekelilingnya makin berkurang dan tidak cukup untuk d Tanami.
d. Penerapan
Penerapan hidroponik lebih di utamakan pada produksi perkebunan seperti buah dan sayur, namun tak jarang pula di gunakan untuk tanaman hias.
e. Alat & Bahan
Untuk alat :
1. Baki persemaian
2. Jerigen
3. Wadah atau pot plastik
4. hand sprayer
5. Kompor dan penangas air6. Timbangan OHAUS
7. Pipa paralon berdiamter ½ inc. 20 cm
8. Ember
Untuk bahan:
1. Jenis tanaman yang akan ditanam
2. Bahan porus (pasir, kerikil, pecahan batu bata atau bahan porus lainnya).
3. Garam-garam mineral atau pupuk siap pakai.
f. Dampak
Keuntungan:
1. tanaman terjamin kebebasannya dari hama dan penyakit.
2. produksi tanaman lebih tinggi.
3. tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih efisien.
4. tanaman memberikan hasil yang kontinu.
5. lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar.
6. tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok.
7. tidak ada resiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan
8. dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas.